Otaku

Anime Shoujo Adalah Apa? Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contohnya

Buat kamu yang baru mulai masuk ke dunia anime, mungkin pernah melihat istilah shoujo atau shojo ketika mencari rekomendasi tontonan.

Istilah ini sering muncul berdampingan dengan kata seperti romance, school, comedy, atau drama. Karena itu, tidak sedikit orang yang mengira bahwa semua anime shoujo pasti merupakan anime percintaan.

Padahal, pengertian shoujo sebenarnya sedikit berbeda.

Shoujo adalah istilah yang berkaitan dengan demografi target sebuah karya manga atau anime, terutama untuk anak perempuan dan remaja perempuan. Jadi, shoujo bukanlah sebuah genre cerita seperti romance, action, atau comedy.

Lalu, apa sebenarnya arti shoujo? Apa ciri khas anime shoujo? Apakah semua anime romance termasuk shoujo? Dan apa saja contoh anime shoujo yang populer?

Mari kita bahas dari dasar supaya kamu yang baru mengenal dunia anime tidak lagi bingung dengan istilah ini.

Daftar Isi

  • Apa Itu Anime Shoujo?
  • Arti Kata Shoujo
  • Apakah Shoujo Merupakan Genre?
  • Ciri-Ciri Anime Shoujo
  • Apakah Semua Anime Shoujo Adalah Romance?
  • Perbedaan Shoujo dengan Shonen
  • Contoh Anime Shoujo Populer
  • Apakah Laki-Laki Boleh Menonton Anime Shoujo?
  • FAQ Seputar Anime Shoujo
  • Kesimpulan

Apa Itu Anime Shoujo?

Anime shoujo adalah anime yang berasal dari atau berkaitan dengan karya yang ditujukan terutama kepada demografi anak perempuan dan remaja perempuan.

Istilah shoujo berasal dari bahasa Jepang 少女 (shōjo) yang secara umum berarti anak perempuan atau gadis muda.

Sama seperti shonen, shoujo sebenarnya lebih tepat dipahami sebagai kategori demografi, bukan genre.

Artinya, sebuah anime shoujo tidak harus selalu menceritakan kisah percintaan.

Cerita shoujo dapat memiliki berbagai macam tema, seperti:

  • Romance
  • Comedy
  • Drama
  • Fantasy
  • Adventure
  • Supernatural
  • School
  • Slice of Life

Namun, tema hubungan antarkarakter, perasaan, persahabatan, dan perkembangan emosional memang cukup sering menjadi bagian penting dalam banyak karya shoujo.

Inilah salah satu alasan mengapa shoujo sering dianggap identik dengan anime romance.

Arti Kata Shoujo

Dalam bahasa Jepang, 少女 (shōjo) secara umum digunakan untuk merujuk kepada anak perempuan atau gadis muda.

Dalam dunia manga, istilah shoujo kemudian digunakan untuk menggambarkan karya yang memiliki target pembaca utama perempuan muda.

Konsep ini mirip dengan istilah shonen.

Shonen → target utama anak laki-laki dan remaja laki-laki

Shoujo → target utama anak perempuan dan remaja perempuan

Namun, target demografi tidak berarti bahwa hanya kelompok tersebut yang boleh membaca atau menonton karya tersebut.

Sama sekali tidak.

Seseorang dapat menikmati sebuah anime tanpa mempedulikan kategori demografinya.

Apakah Shoujo Merupakan Genre?

Bukan.

Ini merupakan hal penting yang perlu dipahami oleh pemula.

Shoujo adalah kategori demografi, sementara genre menjelaskan jenis atau karakteristik cerita.

Contohnya, sebuah manga shoujo dapat memiliki kombinasi:

Shoujo + Romance + Comedy + School

atau:

Shoujo + Fantasy + Adventure

atau bahkan:

Shoujo + Drama + Supernatural

Jadi, ketika kamu melihat tulisan “Shoujo” pada sebuah anime, jangan langsung menyimpulkan bahwa anime tersebut pasti memiliki cerita romance.

Ciri-Ciri Anime Shoujo

Tidak ada satu formula mutlak yang harus dimiliki semua anime shoujo.

Namun, ada beberapa karakteristik yang cukup sering ditemukan.

1. Fokus pada Hubungan Antarkarakter

Salah satu ciri yang sering muncul adalah perhatian besar terhadap hubungan antara karakter.

Hubungan tersebut tidak selalu berupa hubungan romantis.

Bisa berupa:

  • persahabatan
  • hubungan keluarga
  • rivalitas
  • hubungan dengan teman sekolah
  • hubungan antara protagonis dan pasangan romantis

Perkembangan hubungan tersebut sering menjadi bagian penting dari cerita.

2. Perkembangan Emosional

Anime shoujo sering memberikan perhatian lebih terhadap perasaan dan perkembangan emosional karakter.

Penonton tidak hanya diajak melihat apa yang dilakukan karakter, tetapi juga memahami apa yang mereka rasakan dan mengapa mereka bertindak seperti itu.

Hal ini membuat konflik sederhana sekalipun terkadang terasa sangat personal.

Misalnya, sebuah kesalahpahaman antara dua karakter dapat menjadi konflik besar karena cerita memperlihatkan bagaimana masing-masing karakter menghadapi perasaan mereka.

3. Kisah Percintaan

Romance memang merupakan salah satu tema yang sangat populer dalam manga dan anime shoujo.

Cerita dapat berfokus pada:

  • cinta pertama
  • hubungan teman menjadi pasangan
  • cinta segitiga
  • hubungan di sekolah
  • pasangan yang memiliki kepribadian bertolak belakang
  • hubungan yang berkembang secara perlahan

Namun sekali lagi, romance bukan syarat sebuah karya untuk disebut shoujo.

4. Karakter yang Mengalami Pertumbuhan

Protagonis dalam cerita shoujo sering mengalami perubahan seiring perkembangan cerita.

Mereka dapat menjadi lebih percaya diri, memahami perasaan sendiri, belajar menghadapi masalah, atau menjadi lebih dewasa secara emosional.

Perubahan tersebut biasanya berjalan beriringan dengan hubungan mereka dengan karakter lain.

5. Visual yang Menekankan Ekspresi dan Emosi

Dalam banyak manga dan anime shoujo, ekspresi karakter mendapatkan perhatian yang besar.

Tatapan, ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan momen-momen kecil dapat digunakan untuk menyampaikan perasaan karakter.

Hal tersebut sangat membantu ketika cerita berfokus pada hubungan dan konflik emosional.

Apakah Semua Anime Shoujo Adalah Romance?

Tidak.

Ini salah satu kesalahpahaman paling umum.

Memang benar bahwa banyak anime shoujo terkenal memiliki unsur romance.

Namun, terdapat pula karya shoujo yang lebih menonjolkan genre lain.

Contohnya adalah cerita fantasy, drama, supernatural, atau adventure.

Jadi lebih tepat mengatakan:

Banyak anime shoujo memiliki unsur romance, tetapi shoujo tidak berarti romance.

Hal yang sama juga berlaku untuk shonen.

Shonen tidak berarti action, dan shoujo tidak berarti romance.

Keduanya merupakan kategori demografi.

Perbedaan Shoujo dengan Shonen

Kalau kamu sudah membaca artikel tentang shonen sebelumnya, bagian ini akan membuat perbedaannya lebih mudah dipahami.

ShonenShoujo
Target utama laki-laki mudaTarget utama perempuan muda
Sering menampilkan action/adventureSering menampilkan hubungan & drama emosional
Rivalitas cukup sering munculPerkembangan hubungan cukup sering muncul
Persahabatan sering menjadi tema pentingPersahabatan dan hubungan emosional sering menjadi tema penting
Bukan genreBukan genre

Namun jangan menganggap tabel tersebut sebagai aturan mutlak.

Ada anime shonen yang sangat emosional dan memiliki romance.

Ada pula anime shoujo yang penuh aksi dan petualangan.

Karena itu, demografi dan genre harus dibedakan.

Contoh Anime Shoujo Populer

Berikut beberapa judul yang dapat membantu kamu memahami seperti apa karya shoujo.

Fruits Basket

Genre: Drama, Romance, Supernatural, Slice of Life

Fruits Basket mengikuti Tohru Honda, seorang gadis yang kemudian terlibat dengan keluarga Sohma.

Cerita ini tidak hanya berbicara mengenai romance, tetapi juga keluarga, persahabatan, trauma, penerimaan diri, dan hubungan antarmanusia.

Salah satu daya tarik utamanya adalah bagaimana karakter-karakternya berkembang secara emosional sepanjang cerita.

Sailor Moon

Genre: Magical Girl, Fantasy, Romance, Action

Sailor Moon merupakan salah satu karya yang sangat terkenal dalam sejarah anime dan manga.

Ceritanya mengikuti Usagi Tsukino dan para Sailor Guardians dalam menghadapi berbagai ancaman.

Anime ini memperlihatkan bahwa karya shoujo juga dapat memiliki action, fantasy, dan pertarungan yang cukup kuat.

Cardcaptor Sakura

Genre: Fantasy, Magical Girl, Romance, Adventure

Cardcaptor Sakura menceritakan Sakura Kinomoto yang harus mengumpulkan kembali kartu-kartu ajaib yang tersebar.

Selain unsur fantasy dan petualangan, cerita juga memberikan perhatian pada persahabatan dan perasaan para karakternya.

Kimi ni Todoke

Genre: Romance, School, Slice of Life

Kimi ni Todoke berfokus pada Sawako Kuronuma, seorang gadis pemalu yang sering disalahpahami oleh teman-temannya.

Cerita kemudian berkembang melalui hubungan Sawako dengan lingkungan sekolahnya dan pertemuannya dengan Kazehaya.

Anime ini cocok menjadi contoh bagaimana shoujo dapat menggunakan kehidupan sekolah dan perkembangan hubungan sebagai inti cerita.

Apakah Laki-Laki Boleh Menonton Anime Shoujo?

Tentu saja boleh.

Label shoujo bukan aturan mengenai siapa yang boleh menonton sebuah anime.

Kategori tersebut pada dasarnya menjelaskan target demografi utama ketika karya tersebut dibuat atau dipublikasikan.

Kalau kamu laki-laki dan menikmati Fruits Basket, Sailor Moon, atau Kimi ni Todoke, tidak ada masalah sama sekali.

Begitu juga sebaliknya.

Perempuan dapat menikmati anime shonen seperti One Piece, Naruto, atau Dragon Ball.

Pada akhirnya, yang paling penting adalah apakah ceritanya menarik bagi kamu.

Jadi, jangan terlalu membatasi diri hanya karena sebuah anime memiliki label shonen atau shoujo.

FAQ Seputar Anime Shoujo

Apa arti shoujo dalam anime?

Shoujo berasal dari bahasa Jepang 少女 (shōjo), yang secara umum berarti anak perempuan atau gadis muda. Dalam industri manga dan anime, shoujo digunakan untuk menunjukkan karya yang ditujukan terutama kepada demografi perempuan muda.

Apakah shoujo sama dengan romance?

Tidak. Romance merupakan salah satu genre yang sering ditemukan dalam karya shoujo, tetapi shoujo sendiri adalah kategori demografi.

Apakah anime shoujo hanya untuk perempuan?

Tidak. Siapa pun boleh menikmati anime shoujo. Target demografi bukan aturan mengenai siapa yang boleh menonton sebuah anime.

Apa contoh anime shoujo yang populer?

Beberapa contoh yang terkenal adalah Fruits Basket, Sailor Moon, Cardcaptor Sakura, dan Kimi ni Todoke.

Apa perbedaan shoujo dan shonen?

Secara umum, shoujo ditujukan terutama kepada anak perempuan dan remaja perempuan, sedangkan shonen ditujukan terutama kepada anak laki-laki dan remaja laki-laki. Keduanya merupakan kategori demografi, bukan genre.

Kesimpulan

Anime shoujo adalah anime yang berkaitan dengan karya yang target demografinya terutama anak perempuan dan remaja perempuan.

Namun, jangan menganggap bahwa shoujo berarti anime romance.

Shoujo bukan genre.

Sebuah karya shoujo dapat memiliki genre romance, comedy, drama, fantasy, supernatural, adventure, hingga action.

Romance memang cukup sering ditemukan dalam karya shoujo karena cerita hubungan dan perkembangan emosional menjadi salah satu tema yang populer. Tetapi ada banyak variasi cerita yang bisa ditemukan.

Begitu juga dengan shonen.

Shonen bukan berarti action, dan shoujo bukan berarti romance.

Kalau kamu baru mulai masuk ke dunia anime, memahami perbedaan seperti ini akan membuat kamu jauh lebih mudah membaca berbagai istilah yang sering digunakan komunitas anime.

Dan yang paling penting, jangan membatasi tontonan hanya berdasarkan label demografi.

Kalau ceritanya menarik, tonton saja.

Karena pada akhirnya, anime dibuat untuk dinikmati.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
error: Content is protected !!